Breaking News
Loading...
Tuesday, February 13, 2007

Mencintaimu


Gerimis mencintaimu kekasih. Lembut butirbutir kasih sayang jatuh di ceruk matamu, mengalir ke lubuk puisi. Curahan hatiku. Matahari pagi merajut benangbenang gerimis, dan seikat pelangi jadi konde indah bagi
rambutmu.
Hujan mencintaimu kekasih. Jejakjejak kemarau dihapusnya dari pelataran. Tak dibiarkannya bungabunga terkulai tanpa kegembiraan. Disiramkannya airmata langit untuk membasahi lembah jiwamu.
Angin pun mencintaimu kekasih. Diterbangkannya bungabunga dalam hembusan lirih di jendela, disematkannya semerbak wangi di tubuhmu. Merengkuhmu, kurasakan musim bunga yang tiada akhir.
Senja mencintaimu kekasih. Hamparan keemasan seolah lukisan nirwana. Dibelainya rambutmu dalam sentuhan jingga. Jiwa bergelora. Mengingatmu penuh gairah. Ke dalam hatimu bangaubangau mengepakkan sayapsayap jiwaku pulang.
Malam mencintaimu kekasih. Dinyalakannya lampulampu indah menghiasi ruang kita bercengkerama. Bulan bulat keperakan. Bintangbintang berkedip mengintip di kejauhan. Semua menjadi lukisan kelambu malammalam istimewa kita.
Dan pagi mencintaimu kekasih. Adakah yang lebih membuat bahagia dari matahari yang memeluk hangat jiwamu. Matahari yang terbit dari lembah hatiku, selalu menyapamu dengan kecupan: aku mencintaimu kekasih.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer