Breaking News
Loading...
Wednesday, December 21, 2011

10 Sikap Menghancurkan Hidup Anda




1. Menyalahkan orang lain

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan.
Primitif.Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalamanAfrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah: "Siapa nih yang nyantet?" Selalu "siapa", Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa"sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan oranglain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usahpakai dasi dan jas.


Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, "Adik tuh yang salah", atau, "Mbak tuh yang salah".Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusiayang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan diri sendiri

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Iniberbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya? Kalau andabilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dan sebagainya, lha,saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha, saya SMP, wahnggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisadeh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang,"Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dan sebagainya".Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kitatidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan oranglain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggapwajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya goal atau cita-cita


Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnyatidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja denganmilestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secaratertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. "Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya". Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang, “Nah tuh ada kelinci, kejar aja".Dia kejar itu kelinci, wesss, kelinci lari lebih kencang, anjingnyangotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar /peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar.Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah, lu, katanyajago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu palingkencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha guagoalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai "goal", tapi ngawur mencapainya

Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnyasalah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karenapengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoandan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentusaja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya,"Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan".

5. Mengambil jalan pintas (shortcut)

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalanpintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, karena tidakmengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang,kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemainbulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan,melakukan smash 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yangleha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulutangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin! Karena hal itumelawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai


Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off,memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha, kalaujalannya runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggakbisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

7. Mengabaikan hal-hal kecil

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecilnggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti adakomponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecilaja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. Terlalu cepat menyerah

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukanmengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhentipada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapiberhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang-bayang masa lalu

Wah, puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karenaapa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memorikita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya.Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Inibisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibatbayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itubayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kitauntuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu majuterus. "Waktu" itu maju kan? Ada nggak yang punya jam yang jalannyaterbalik? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja kedepan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil,pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis denganitu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti,nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut.Napoleon pernah menyatakan, "Saat yang paling berbahaya datang bersamadengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karenaorang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasilyang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yangjauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Sumber: menjelma.com

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer