Breaking News
Loading...
Friday, July 2, 2010

Haus di Dunia Tak Sebanding Kehausan di Akherat


Haus saat berpuasa adalah hal biasa. Ia menjadi sebuah konsekuensidari ibadah ini, sekaligus menjadi pembuktian cinta kepada Sang Khalik.Pada hakikatnya, Allah mensyariatkan puasa bagi kita para hamba-Nya,adalah agar kita mengerti betapa air yang biasa membasahi tenggorokankita begitu berarti. Sekaligus agar kita merasakan indahnya berpuasa.Sebab seperti sabda Rasulullah Saw:

“Bagi orang yang berpuasaada dua kebahagiaan. Saat ia berbuka, maka ia berbuka denganhidangannya. Sedangkan yang kedua adalah kebahagiaan saat ia berjumpadengan Tuhannya.” Hadits Muttafaq Alaihi.

Haus adalah ujian bagimereka yang berpuasa, dimana mereka akan mendapatkan ganjaran yangbegitu besar dari Allah Swt saat mereka mampu menahan rasa haus didunia. Namun sebaliknya, jika saat Allah Swt memerintahkan agar manusiamau menahan haus di dunia, dan mereka tidak melakukannya, maka merekaakan merasakan rasa haus yang berkepanjangan di akhirat.Naudzubillah...!

Rasa haus saat berpuasa adalah salah satupembuktian cinta kepada Allah Swt. Sebab haus dan lapar itu akanmembuat Allah merasa kagum kepada manusia yang berpuasa dan padaakhirnya akan melahirkan keridhaan Allah Swt. Dalam sebuah haditsqudsi, Dia Swt berfirman:
قال تعالى: يترك طعامه وشرابه وشهوته من أجلي، الصيام لي وأنا أجزي به
”Iarela meninggalkan makanan dan minuman serta syahwatnya karena Aku.Shiyam adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” HR.Bukhari


Tangis Abdullah bin Umar Ra

Ibn Abi ad-Dunyâmenukilkan bahwa, Abdullah ibn Umar r.a.sedang meminum air dingin lalutiba-tiba ia menangis, dan tangisnya semakin mengeras. Maka seseorangberkata kepadanya: “Apa yang membuatmu menangis?.”
Ia menjawab:“Saya teringat satu ayat dari Al Qur’an”, firman Alah Ta’âlâ: “Dandihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingin” (QS Saba’[34]:54).
Maka saya tahu, bahwa penduduk neraka tidak menginginkansesuatu untuk syahwat mereka kecuali air, dan firman Allah Ta‘âlâ:“Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telahdirezekikan Allah kepadamu” (QS al-A‘râf [7]:50).

Sayaberkata: Subhânallah al-‘Azhîm….”sesungguhnya mereka sedang mengingatnikmat Allah yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya, dan Ia haramkanbagi para pendosa kelak di Akhirat, sementara mereka disiksa di dalamneraka –kita berlindung kepada Allah -,karena panas api neraka memaksadatangnya haus yang sangat.”

Wahai saudaraku..., tidak ada yangdiinginkan oleh penduduk neraka kecuali air yang dapat mengusir dahagamereka. Ketahuilah, kehausan sejenak di dunia karena mentaati keinginanTuhanmu, jauh lebih bagus bagimu daripada mendapat murka-Nya sehinggaengkau akan merasa haus yang tak berkesudahan.

Tahanlah rasa hausmu di dunia saat menjalankan puasa, sebab Allah akan menjauhkanmu dari neraka.
Aku menyampaikan hal ini karena aku tahu bahwa Rasulullah Saw bersabda:
وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: متفق عليه.

Dari Abu Said Al Khudri Ra mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:
“Tidakada seorang hamba yang mengerjakan shaum satu hari di jalan Allahkecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka karena amal puasahari itu selama 70 tahun.” Hadits Muttafaq Alaihi.

sumber: khalifah.co.id

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer