Breaking News
Loading...
Sunday, February 27, 2011

RAHASIA HARTA KARUN

Ingin jadi kaya? Ingin mendapatkan harta karun? Bacalah oret-oretan ini dengan seksama, dimana Anda bisa mendapatkan petunjuk untuk menggali harta karun dari para bajak laut Tionghoa.

Ketika saya masih kecil saya mempunyai cita-cita ingin jadi bajak laut yang gagah seperti kapten Vallo (Burt Lancaster) dlm filmnya Crimson Pirate, dan korban perompakan yang pertama adalah pagar kebunnya tetangga rumah yang habis di 'mbat untuk dijadikan pedang-pedangan. Dan rupanya sesudah dewasa pun sifat bajak lautnya masih belum pudar abis, sehingga terkadang masih juga suka timbul keinginan untuk membajak film ato software orang.

Tokoh bajak laut yang paling dikenal pada jaman sekarang ini adalah Capt. Kid yang menjadi beken melalui film Peter Pan. Dan kalau kita baca cersil, kebanyakan yang jadi bajak laut adalah orang Jepang, tetapi bajak laut Tionghoa rasanya jarang ada yang tahu, padahal mereka juga memiliki tokoh2 bajak laut ala Robin Hood.

Taiwan pertama kalinya dibebaskan dari penjajahan Belanda pada th 1661 oleh Zheng Chenggong (1624---1662) yang lebih dikenal dengan nama Koxinga atau Coxinga, ia itu sebenarnya adalah puteranya dari seorang bajak laut. Pada tahun 1407 orang-orang Tionghoa di Palembang pernah meminta bantuan admiral Zhenghe untuk memberantas gerombolan bajak laut Kanton dibawah pimpinan Ch'en Tsu-i.

Dalam sejarah Tiongkok, antara th 1520 s/d 1810 adalah daerah masa emas nya dari para bajak laut yang banyak berkeliaran didaerah lautan selatan China.

Kebanyakan bajak laut di th 1520 s/d 1575 berfungsi juga sebagai pedagang, sedangkan antara th 1620 s/d 1684 kaum pemberontaklah yang kebanyakan menjadi bajak laut.

Para bajak laut di Tiongkok mengambil alih profefsi sebagai pirate ini, karena keadaan ekonomi yang memaksa mereka untuk melakukan hal ini, entah karena di lilit oleh hutang maupun tidak adanya pekerjaan. Dan pada umumnya mereka melakukan profesi sebagai pirate ini hanya untuk sementara waktu saja.

Yang menjadi pirate di Tiongkok bukan hanya sekedar kaum pria saja, kaum wanitanya juga banyak yang turut mengikuti jejak suaminya menjadi pirate, bahkan beberapa dari mereka telah bisa menjadi pemimpin ato kaptennya, seperti juga tokoh pirate wanita di barat Anne Boni, di Tiongkok mereka juga punya tokoh-tokoh pirate wanita yang cukup beken antara lain Zheng Yi Sao dan Cai Qian Ma.

Tetapi dari semua tokoh bajak laut yang paling ngetop adalah Cheung Po Tsai or Chang Poa, sehingga saking ngetopnya story dia akan dijadikan film yang diperankan oleh bintang film kondang Chow Yun-fat.

Cheung Po Tsai menjadi pirate karena terpaksa, sebab ketika ia berusia 15 th ia diculik oleh para bajak laut, karena memiliki wajah yang handsome dan simpatik maka akhirnya ia diangkat jadi anak angkat oleh penculiknya sang pimpinan bajak Cheng Yat. Dan dapat menggantikan posisi dari ayah angkatnya.

Chang Poa ini konon memiliki armada yang terdiri dari 300 kapal dengan jumlah anak buahnya lebih dari 30.000 orang. Ia hanya mau merampok kapal-kapal para pedagang kaya saja, dan hasilnya pun di-bagi-bagikan kepada kaum miskin, sehinga di Hongkong ia dikagumi sebagai Robin Hood bahkan mendapat julukan sebagai 'Pirate Prince'.

Walaupun demikian akhirnya pada saat pertempuran di Chek Lap Kok (dekat airpot Hongkong sekarang ini) ia dikalahkan dan kapalnya ditenggelamkan oleh armada dari Potugal yang memiliki senjata jauh lebih modern. Kekalahannya ini telah mematahkan moril dan semangat juangnya, sehinga akhirnya pada th 1810 ketika Bai Ling pangeran dari propinsi Guangdong memberikan amnesti kepada para bajak laut, ia turut menyerahkan diri kepada pemerintah. Dimana akhirnya ia diangkat menjadi kapten dari armada pemerintah kerajaan Qing.

Seperti juga yang dilakukan oleh kebanyakan para bajak laut yang sering menyimpan atau menyembunyikan harta karunnya dibawah tanah di pulau-pulau terpencil, maka banyak orang menduga Chang Poa juga melakukan hal yang sama, maklum ketika masa jayanya ia memiliki dan menimbun begitu banyak harta karun hasil bajakannya.

Salah satu tempat yang diduga sebagai salah satu tempat penyembunyian dari harta karunnya adalah di Pulau Nan'ao yang terletak di titik pusat antara tiga kota pelabuhan besar yakni Gaoxiong, Xiamen dan Hongkong.

Anda akan bisa menemukan rahasia persembunyian dari harta karunnya Chang Poa apabila Anda bisa menafsirkan dan menebak arti kalimat dari teka-teki yang mengatakan: "Tidak terendam ketika air pasang, dan malah terendam satu meter ketika air surut."

Apabila Anda sudah bisa menemukan jawabannya cobalah jalan-jalan ke Pulau Nan'ao yang dijuluki juga sebagai "mutiara di laut Guangdong Timur", karena pemandangannya yang sangat indah, jadi pergi jalan-jalan ke Pulau Nan'ao pulang bawa harta karun, mirip promosinya dari Lion Air.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer