Breaking News
Loading...
Wednesday, June 2, 2010

Aladin & Lampu Ajaib


Dahulukala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yangbernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladinyang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagaikeponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota denganseizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh.Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dandisuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akandibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannyamelainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakanapi dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. "Kraak…" tiba-tibatanah menjadi berlubang seperti gua.

Dalam lubang gua ituterdapat tangga sampai ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan aku lampuantik di dasar gua itu", seru si penyihir. "Tidak, aku takut turun kesana", jawab Aladin. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincindan memberikannya kepada Aladin. "Ini adalah cincin ajaib, cincin iniakan melindungimu", kata si penyihir. Akhirnya Aladin menuruni tanggaitu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar ia menemukanpohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada disitu dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu lubangsudah tertutup sebagian. "Cepat berikan lampunya !", seru penyihir."Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar", jawab Aladin.Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya "Brak!"pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladinterkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduktermenung. "Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah aku !",ucap Aladin.


Aladinmerapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba,sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itumuncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. "Maafkan saya, karenatelah mengagetkan Tuan", saya adalah peri cincin kata raksasa itu. "Oh,kalau begitu bawalah aku pulang kerumah." "Baik Tuan, naiklahkepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", ujar peri cincin.Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. "Kalau tuanmemerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan."


Aladinmenceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapapenyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu sambilmenggosok membersihkan lampu itu. "Syut !" Tiba-tiba asap membumbungdan muncul seorang raksasa peri lampu. "Sebutkanlah perintah Nyonya",kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti inimemberi perintah,"kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami". Dalamwaktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudianmenyuguhkannya. "Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja sayadengan menggosok lampu itu", kata si peri lampu.

Demikian hari,bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladinsekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang PutriRaja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cintakepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepadaibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akanmengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawapermata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untukBaginda dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pastiseorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kaliandengan membawa serta putriku".

Setelah tiba di rumah Ibu segeramenggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana.Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampudatang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya". Esokhari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yangsangat megah. "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?",Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berduamelaksanakan pesta pernikahan.

Nun jauh disana, si penyihirternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalupergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu didepan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama andadengan lampu baru !". Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladinyang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera sipenyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyongistana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.

KetikaAladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil pericincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Kalau begitutolong kembalikan lagi semuanya kepadaku", seru Aladin. "Maaf Tuan,tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu," ujar peri cincin. "Baik kalaubegitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana", seruAladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamartempat sang Putri dikurung. "Penyihir itu sedang tidur karenakebanyakan minum bir", ujar sang Putri. "Baik, jangan kuatir aku akanmengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang", jawabAladin.
Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur.Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudianmengambilnya dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seruAladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin.Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas."Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali kePersia". Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakansihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer