Breaking News
Loading...
Tuesday, June 1, 2010

Telaga Bidadari

Dahulu kala, ada seorang pemuda yang tampan dan gagah. Ia bernama AwangSukma. Awang Sukma mengembara sampai ke tengah hutan belantara. Iatertegun melihat aneka macam kehidupan di dalam hutan. Ia membangunsebuah rumah pohon di sebuah dahan pohon yang sangat besar. Kehidupandi hutan rukun dan damai. Setelah lama tinggal di hutan, Awang Sukmadiangkat menjadi penguasa daerah itu dan bergelar Datu. Sebulan sekali,Awang Sukma berkeliling daerah kekuasaannya dan sampailah ia di sebuahtelaga yang jernih dan bening. Telaga tersebut terletak di bawah pohonyg rindang dengan buah-buahan yang banyak. Berbagai jenis burung danserangga hidup dengan riangnya. "Hmm, alangkah indahnya telaga ini.Ternyata hutan ini menyimpan keindahan yang luar biasa," gumam DatuAwang Sukma.

Keesokan harinya, ketika Datu Awang Sukma sedangmeniup serulingnya, ia mendengar suara riuh rendah di telaga. Disela-sela tumpukan batu yang bercelah, Datu Awang Sukma mengintip kearah telaga. Betapa terkejutnya Awang Sukma ketika melihat ada 7 oranggadis cantik sedang bermain air. "Mungkinkah mereka itu para bidadari?"pikir Awang Sukma. Tujuh gadis cantik itu tidak sadar jika merekasedang diperhatikan dan tidak menghiraukan selendang mereka yangdigunakan untuk terbang, bertebaran di sekitar telaga. Salah satuselendang tersebut terletak di dekat Awang Sukma. "Wah, ini kesempatanyang baik untuk mendapatkan selendang di pohon itu," gumam Datu AwangSukma.

Mendengar suara dedaunan, para putri terkejut dan segeramengambil selendang masing-masing. Ketika ketujuh putri tersebut inginterbang, ternyata ada salah seorang putri yang tidak menemukanpakaiannya. Ia telah ditinggal oleh keenam kakaknya. Saat itu, DatuAwang Sukma segera keluar dari persembunyiannya. "Jangan takut tuanputri, hamba akan menolong asalkan tuan putri sudi tinggal bersamahamba," bujuk Datu Awang Sukma. Putri Bungsu masih ragu menerima ulurantangan Datu Awang Sukma. Namun karena tidak ada orang lain maka tidakada jalan lain untuk Putri Bungsu kecuali menerima pertolongan AwangSukma.

Datu Awang Sukma sangat mengagumi kecantikan PutriBungsu. Demikian juga dengan Putri Bungsu. Ia merasa bahagia berada didekat seorang yang tampan dan gagah perkasa. Akhirnya mereka memutuskanuntuk menjadi suami istri. Setahun kemudian lahirlah seorang bayiperempuan yang cantik dan diberi nama Kumalasari. Kehidupan keluargaDatu Awang Sukma sangat bahagia.

Namun, pada suatu hari seekorayam hitam naik ke atas lumbung dan mengais padi di atas permukaanlumbung. Putri Bungsu berusaha mengusir ayam tersebut. Tiba-tibamatanya tertuju pada sebuah bumbung bambu yang tergeletak di bekaskaisan ayam. "Apa kira-kira isinya ya?" pikir Putri Bungsu. Ketikabumbung dibuka, Putri Bungsu terkejut dan berteriak gembira. "Iniselendangku!, seru Putri Bungsu. Selendang itu pun didekapnyaerat-erat. Perasaan kesal dan jengkel tertuju pada suaminya. Tetapi iapun sangat sayang pada suaminya.

Akhirnya Putri Bungsumembulatkan tekadnya untuk kembali ke kahyangan. "Kini saatnya akuharus kembali!," katanya dalam hati. Putri Bungsu segera mengenakanselendangnya sambil menggendong bayinya. Datu Awang Sukma terpanamelihat kejadian itu. Ia langsung mendekat dan minta maaf atas tindakanyang tidak terpuji yaitu menyembunyikan selendang Putri Bungsu. DatuAwang Sukma menyadari bahwa perpisahan tidak bisa dielakkan. "Kanda,dinda mohon peliharalah Kumalasari dengan baik," kata Putri Bungsukepada Datu Awang Sukma." Pandangan Datu Awang Sukma menerawang kosongke angkasa. "Jika anak kita merindukan dinda, ambillah tujuh bijikemiri, dan masukkan ke dalam bakul yang digoncang-goncangkan daniringilah dengan lantunan seruling. Pasti dinda akan segera datangmenemuinya," ujar Putri Bungsu.

Putri Bungsu segera mengenakanselendangnya dan seketika terbang ke kahyangan. Datu Awang Sukma menapsedih dan bersumpah untuk melarang anak keturunannya memelihara ayamhitam yang dia anggap membawa malapetaka.

Pesan moral : Jikakita menginginkan sesuatu sebaiknya dengan cara yang baik dan halal.Kita tidak boleh mencuri atau mengambil barang/harta milik orang lainkarena suatu saat kita akan mendapatkan hukuman.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer